Chocolate Monggo

Selamat Datang

Semua produk Monggo alami dan hampir seluruh kemasannya menggunakan kertas daur ulang dan kertas bersertifikat FSC. Monggo mengurangi sebanyak mungkin penggunaan plastik dalam proses produksinya. Kualitas tinggi dan ramah lingkungan dengan citarasa khas Monggo menjadikannya pilihan pertama dalam kualitas dan rasa. Website ini adalah jendela untuk melihat dan mengenal perusahaan dan produk Monggo kami. Anda juga dapat menemukan informasi detail mengenai sejarah dan proses produksi cokelat.

Mulai Penelusuran
Image
Monggo 80g

69% Dark Chocolate with Crunchy cocoa nibs - Real Cacaoism

Monggo 40g

White Chocolate 33% Cocoa with Coffe Cream - Smooth velvety

Monggo 100g

Cashew nut, dark 58%, Ginger, Praline, Raisin and Cashew nut, Red Chili

Pralines

Belgian Icon of Gastronomy

Seasonal

Valentine, Imlek, Easter, Idul Fitri, Halloween, Christmas

Souvenir

Custom


Image

Sejarah Monggo

Pembuat Cokelat Pertama di Yogyakarta

Petualangan berawal di Yogyakarta pada tahun 2001, seorang pria berumur 35 tahun asal Belgia datang ke Indonesia tanpa sebuah perencanaan. Kecewa dengan kurangnya kualitas cokelat yang tersedia di toko - toko di Indonesia sebagai negara ketiga terbesar penghasil kakao, pria Belgia tersebut memutuskan untuk membuat beberapa produk cokelat cita rasa Belgia sendiri dengan sumber daya yang terbatas.


Cokelat "truffle" yang dihasilkan pertama kali diberikan kepada teman - teman Indonesianya dan secara langsung membuat teman - teman Indonesia tersebut merasakan nikmatnya coklat tersebut. "Anda harus membuatnya lagi!" kata mereka.
Kemudian pria itu membuat cokelat lebih banyak lagi dengan mengendarai Vespa tua berwarna pink, yang disulap menjadi sebuah tempat berjualan. Setiap Minggu pagi pria ini berjualan di daerah UGM dan di daerah luar Gereja Kota Baru. Tujuannya hanya untuk kesenangan serta mencari minat dan reaksi dari masyarakat, bukan semata - mata untuk mencari keuntungan. Hal tersebut sangat menarik dan menjadikan pria itu sebagai Pembuat cokelat pertama di Yogyakarta.

Lahirnya Cokelat Monggo

Sejarah dari pemilihan kata "Monggo" berawal dari suatu sore yang panas di Yogyakarta. Tim Anugerah Mulia berkumpul untuk mencari inspirasi, yaitu Edo sebagai direktur, Burhan sebagi staf kreatif, dan Thierry sebagai pembuat cokelat.


Mereka berusaha menemukan nama untuk cokelat tersebut yang memiliki tipikal khas Yogyakarta. Nama tersebut harus mudah di dengar, mudah diingat dan unik. Suatu kata dalam bahasa Jawa. Beberapa istilah muncul dalam diskusinya dan tiba tiba salah seorang dari mereka mengucapkan "Monggo"Yes! Yes! Eureka!


Monggo adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti "silahkan" yang selalu digunakan oleh orang - orang Yogya sambil mengacungkan ibu jari, ataupun ketika kita lewat di depan orang, serta pada saat kita mengundang orang masuk ke rumah atau meninggalkan rumah seseorang.


Namun demikian banyak orang menggunakan kata "Monggo" dan juga orang yang bukan berasal dari Yogya. Nama tersebut sangat menggambarkan budaya Jawa, kota Yogyakarta, serta nama yang tepat untuk cokelat kami.

Take a look at our screenshots

Add your app screenshots below. Make sure to make them lively by putting them inside real device mockups
Replace this text to describe the screenshots of your app.

A section to display your pricing structure. Make sure to highlight your most popular plan like shown below.
Replace this text to describe your pricing plan.

Monggo 40g
Rp20.000/m
  • One User
  • Multiple Access
  • SMS Support
  • 24/7 Online Support
Monggo 80g
Rp39.000/m
  • Five User
  • Multiple Access
  • SMS Support
  • 24/7 Online Support
Monggo 100g
Rp47.000/m
  • Twenty User
  • Multiple Access
  • SMS Support
  • 24/7 Online Support
Souvenir
Rp235.000/m
  • Unlimited User
  • Multiple Access
  • SMS Support
  • 24/7 Online Support
Couverture
Rp204.000/m
  • Twenty User
  • Multiple Access
  • SMS Support
  • 24/7 Online Support

Copyright © GS1 Indonesia