GS1 Global Forum 2019

 

Brussels , 18 ‐ 22 Februari 2019 ‐ GS1 Global Forum di Brussels, Belgia, merupakan acara tahunan global dengan tujuan untuk menyelaraskan strategi organisasi, menginspirasi, dan memperkuat staf GS1 di seluruh dunia. Melalui Global Forum ini ditawarkan peluang besar untuk belajar tentang standar terbaru yang berkembang, pelaksanaan dan praktik inovasi terbaik dari seluruh dunia, mendengar dari perspektif pengguna dan menjalin hubungan sesama GS1 Member Organisation (MO). Sekitar 800 peserta dari 95 negara GS1 Member Organisation (MO) yang mengikuti Global Forum tahun ini.

Slogan yang diusung oleh GS1 Global Office untuk Global Forum tahun ini sama dengan tahun ‐ tahun sebelumnya yaitu The Power of GS1 to transform the way we work and live. Definisi dari tema tersebut yakni kekuatan GS1 untuk mengubah cara kita bekerja dan menjalani hidup.

Ada beberapa agenda yang dilaksanakan dalam forum ini. Agenda tersebut antara lain berisi Opening Plenary & Inspirational Keynote, Board Committee untuk Standards Meeting, workshop, training, seminar yang diisi oleh para pembicara tamu dan pengguna GS1 System, dan market place exhibition yang merupakan ajang bagi MO GS1 seluruh dunia membuka booth untuk memperlihatkan pelayanan ‐ pelayanan yang telah mereka berikan kepada anggotanya serta proyek ‐ proyek yang telah dijalankan di negara mereka dengan menggunakan standar GS1. Acara dibuka oleh Miguel Lopera selaku Presiden dan CEO GS1.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai Digital Identity & Bridging Blockchains oleh Renaud de Barbuat, CEO Carrefour; Ziga Drev, OriginTrail, Jeff Denton, Direktur Senior Keamanan IT Supply Chain Amerisource Bergen; dan Salim Hasham dari McKinsey & Company.

Selain itu pula, ada beberapa Market Place Expo. Market Place Expo yaitu kumpulan dari beberapa booth yang berpartisipasi dalam GS1 Global Forum. Market Place Expo merupakan tempat dimana para negara anggota GS1 dapat berbagi inspirasi kepada para negara anggota GS1 lainnya atau pengunjung mengenai informasi yang terbaru negara ‐ negara anggota GS1. Beberapa negara anggota GS1 yang membuka booth yaitu GS1 Asia Pacific, GS1 Canada, GS1 Europe, GS1 France, GS1 Hongkong, GS1 China, GS1 Norway, GS1 UK, GS1 US, GS1 Latin America, dan GS1 Ukraine.

Diantara rangkaian agenda meeting-meeting yang dilakukan setiap hari, untuk mempererat jaringan komunikasi antar anggota MO GS1, diselenggarakan acara Networking Dinner sesama Member Organizations GS1. Dari Networking Dinner tersebut, antar negara yang beranggotakan GS1 bisa saling bertukar informasi, saling mendukung implementasi GS1 System, dan mempererat jaringan komunikasi antar negara yang beranggotakan GS1.

Global Forum berakhir tanggal 22 Februari 2019 dan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :

  1. Agenda Topik Utama :
    • Digital Identity and Bridging Blockchains
    • Data Services

  2. Kegiatan Terbaru :
    • Marketplaces, konstruksi dan trasportasi & logistik
    • Melawan perdagangan tembakau ilegal
    • Kebijakan umum ‐ GS1 pada bea cukai
    • Public relations dan media sosial : menemukan pendekatan baru dan berbagi pengalaman
    • Penelusuran : memajukan interoperabilitas, transparansi, dan visibilitas
    • Update data ekonomi baru Uni Eropa
    • Healthcare Traceability Roadmap

Pada kesempatan ini juga, GS1 Indonesia yang diwakili oleh COO GS1 Indonesia, Okkeu Rachmat Solichin memaparkan tentang industri musik memerlukan UPC atau GTIN. Dalam paparannya, COO GS1 Indonesia menekankan pentingnya UPC atau GTIN bagi industri musik. COO GS1 Indonesia Standar juga menambahkan bahwa standar GS1 secara luas digunakan oleh produser, artis, dan perusahaan label rekaman untuk melindungi industri musik dan pelacakan pada penjualan.