Seminar Aplikasi Barcode 2D pada Produk Obat dan Alat Kesehatan

 



Jakarta, 22 November 2017 - Divisi Training dan Publikasi GS1 Indonesia mengadakan seminar untuk pertama kalinya. Bertempat di Training Room kantor GS1 Indonesia, Jakarta. Seminar kali ini dihadiri oleh 25 peserta dari 15 perusahaan anggota GS1 Indonesia.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari CEO GS1 Indonesia, Thatit Guritno. Dalam sambutannya, CEO GS1 Indonesia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para anggota untuk mengikuti acara seminar ini.

COO GS1 Indonesia, Okkeu Rachmat Solichin dalam paparan presentasi materinya mengenai barcode standard global pada industri kesehatan. Selain itu juga, fungsi dari barcode sebagai alat untuk pengawasan peredaran obat dan untuk kemudahan proses penelusuran.

Selain itu juga, adanya paparan yang diinformasikan mengenai update implementasi barcode 2D pada sektor kesehatan khususnya produk farmasi di seluruh dunia oleh Patrik Jonasson, GS1 Public Policy Director.

Disela - sela acara tanya jawab, salah satu tamu undangan perwakilan dari anggota GS1 yang bergerak di industri obat dan vaksin berbagi informasi mengenai rencana untuk membangun sistem penelusuran produk obat menggunakan standar GS1 System. Alasan Kenapa mereka memilih GS1 sebagai standar mereka, hal ini ditentukan setelah mereka melakukan kajian terlebih dahulu, sistem apa yang tepat untuk perusahaannya dan tentunya harus sesuai dengan business process yang berjalan. 60% produk mereka diekspor ke hampir 130 negara di dunia, Itu menjadi pijakan pertama dasar menentukan sistem yang dipakai

Mereka melihat bahwa beberapa hampir mayoritas negara tujuan ekspor produknya sudah menerapkan sistem serialisasi berbasis GS1 Standard seperti Turki, Saudi Arabia, Mesir, Nigeria, Brazil, kemudian Argentina, dan masih banyak lagi. Kemudian selain itu, WHO melalui Unicef sudah mengeluarkan rekomendasinya bahwa untuk negara-negara yang menjadi partner Unicef harus menerapkan barcode berbasis GS1 Standard. Maka tidak ada pilihan lain lagi bagi perusahaan harus mengimplementasi sistem yang dibangun dan dikenal secara global. Jadi, sistem yang yang dibangun menggunakan DataMatrix GS1, contentnya : GTIN, Serial number, batch number, expired date.

Lebih lanjut Ir. Sri Suhartati sebagai ketua pelaksana acara seminar Healthcare kali ini mengatakan, diharapkan dengan program acara ini, dapat menjadi ajang bertukar pikiran dan berbagi informasi bagi anggota GS1 Indonesia khususnya pada sektor kesehatan.

COO GS1 Indonesia, Okkeu R. Solichin menambahkan, harapan dengan adanya acara ini untuk ke depannya yaitu industri kesehatan di Indonesia lebih memahami keberadaan dari GS1 dan GS1 itu bukan hanya standarisasi untuk identifikasi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) tetapi juga sudah masuk ke industri kesehatan, sehingga objektif dari GS1 Healthcare yaitu patient safety dan efficiency. Dan juga lima hal lainnya yaitu the right product, right patient, right time, right dose, dan right rute.