Produk Lokal disarankan menggunakan Barcode

 

Pontianak, 28 Agustus 2017 ‐ Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Kota Pontianak mengadakan pelantikan dan Diklatcab (latihan cabang) periode 2017‐2020 yang diselenggarakan di Ballroom Bank Indonesia. Turut hadir sebagai pembicara adalah Walikota Pontianak Sutarmidji, Kadis Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Perdagangan Haryadi S Triwobowo, ketua BPD HIPMI Kalbar Nedy Achmad dan ketua BPC HIPMI Kota Pontianak Dwi Susanto Sandra. Acara tersebut membahas bagaimana Membangun Sinergisitas Antara Pelaku UMKM dengan Pasar Modern dan Perbankan, dan dihadirkan juga perwakilan dari PT Mitra Ritelindo Indonesia, Kamsinah sebagai Modern Market setempat yang bisa menampung produk UKM yang sudah mempunyai Legalitas. Dari perbankan hadir pula Direktur Perkreditan Bank Kalimantan Barat Rijal. Rijal menjelaskan tentang permodalan bagi UKM. Dalam acara tersebut hadir perwakilan dari Pelaku UKM yaitu Fahmi sebagai ketua Asosiasi Konsultan Pendamping Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi Indonesia atau Asosiasi Business Development Service-Provider Indonesia (BDSI) Wilayah Kalimantan Barat. Fahmi menjelaskan, bahwa BDSI juga mempunyai `rumah sakit` untuk berkiprah dalam menangani UMKM yang `sakit` maupun untuk berkonsultasi dengan para konsultan pendamping. Rumah Sakit bagi UMKM yang `sakit` disebut Pusat Layanan Unit Terpadu (PLUT) Kalimantan Barat.

Informasi yang dikeluarkan baik orang perorang maupun badan usaha melalui media sosial dan elektronik ketika telah terkirim dan dibaca oleh banyak orang dapat mempengaruhi emosi, perasaan, pikiran bahkan tindakan seseorang atau kelompok. Sangat disayangkan apabila informasi yang disampaikan tersebut adalah informasi yang tidak akurat terlebih informasi tersebut adalah informasi bohong (hoax) dengan judul yang sangat provokatif mengiring pembaca dan penerima kepada opini yang negatif. Opini negatif, fitnah, penyebar kebencian yang diterima dan menyerang pihak ataupun membuat orang menjadi takut, terancam dan dapat merugikan pihak yang diberitakan sehingga dapat merusak reputasi dan menimbulkan kerugian materi.

Mayoritas tamu yang hadir adalah UKM dari kota Pontianak yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Total jumlah tamu yang hadir sebanyak 170 orang. Terdiri dari UKM Inkubator Binaan Bank Indonesia sebanyak 30 orang yang di Ketuai oleh Budi Hartono, UKM Binaan Disperindag dan Perwakilan dari Pontianak Creative Association.

Dari 170 tamu yang hadir dalam acara tersebut, sebanyak 25 orang (data terlampir) datang ke booth GS1 Indonesia untuk meminta penjelasan mengenai barcode. Dari 25 orang terdapat 3 orang yang tertarik dan menanyakan lebih lanjut mengenai form pendaftaran dan biaya yang harus dibayarkan oleh setiap UKM apabila ingin mendaftarkan produknya menggunakan barcode.

Info lebih lanjut hubungi GS1 Indonesia :
Telepon : 021 ‐ 2951 64314
Email : info@gs1id.org