Sistem Pengawasan Peredaran Obat Dengan Barcode

 

Penggunaan barcode pada kemasan obat-obatan dan peralatan medis merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan juga memungkinkan untuk menelusuri produk obat-obatan tersebut mulai dari sebelum, dan selama serta sesudah proses pengobatan.

Keselamatan pasien menjadi pertimbangan utama dibidang kesehatan saat ini. Teknologi identifikasi otomatis menggunakan barcode merupakan salah satu alat yang diakui guna mengurangi kesalahan-kesalahan seperti itu. Selain itu barcode juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan data entry kedalam sistem secara otomatis. Pengambilan data melalui scanner barcode yang dihubungkan dengan data base komputer, memungkinkan petugas yang bertanggung jawab melakukan verifikasi apakah obat yang diberikan sudah sesuai dengan yang digunakan untuk pasien yang bersangkutan pada waktu dan dosis yang tepat. Penggunaan barcode berpotensi tidak hanya cost effective tapi juga untuk keselamatan jiwa si pasien.

Kesalahan Medis dan Penggunaan Barcode

Barcode merupakan media penyampai data melalui mesin pembaca (scanner) dan merupakan cara yang cepat, mudah dan akurat untuk memasukan dan mengambil data. Barcode berisi nomor referensi yang akan menghubungkan data yang bersangkutan ke file komputer. Pada rumah sakit, barcode dapat digunakan untuk meningkatkan proses di ruang lingkup sebagai berikut;

  ♦ Pendaftaran Pasien:
  • Formulir yang harus diisi oleh pasien
  • Label pasien dan wristbands
  • Catatan diri pasien
  • Lembar tagihan/billing
  ♦ Keselamatan pasien: perawatan klinik dan tracking pasien menggunakan barcode dilakukan:
  • Mulai dari farmasi hingga ke unit dose level
  • Peralatan medis hingga ke level unit yang digunakan
  • Identifikasi staf rumah sakit dan pasien
  • hasil tes laboratorium dan catatan medis pasien
  ♦ Pengaturan supply produk untuk:
  • Inventory control
  • Tracking material dan logistik
  • Tracking peralatan yang dapat digunakan kembali
  • Penarikan produk

Sudah banyak negara di dunia yang sudah mengharuskan pemakaian identifikasi produk dengan barcode pada obat-obatan, seperti Korea Selatan, Turki, India, Australia dan lain-lain. Pemerintah negara tersebut membuat sebuah sistem pengawasan distribusi obat menggunakan barcode 2 dimensi yaitu DataMatrix. GS1 DataMatrix adalah barcode 2 Dimensi yang dapat memuat informasi tambahan mengenai produk seperti GTIN (global trade item number), tanggal kadaluarsa, no. Batch, nomor seri dan lain-lain. Dengan simbol yang lebih kecil dibanding barcode linier, DataMatrix dapat memuat info data yang lebih banyak.

GS1 data matrix

Standar Global untuk Farmasi dan Peralatan Medis

Industri kesehatan mengakui bahwa mereka membutuhkan standard global untuk kesehatan sejak Mei 2005, beberapa perusahan besar dari industri farmasi dan peralatan medis membentuk Global GS1 Healthcare User Group (GS1 HUG). Misi user group tersebut adalah mengajak industri kesehatan untuk secara efektif menggunakan dan mengembangkan standar global dengan fokus utama pada penggunaan identifikasi otomatis guna meningkatkan keselamatan pasien. GS1 HUG saat ini mempunyai anggota yang terdiri dari manufaktur obat-obatan, rumah sakit, regulator dan asosiasi farmasi dan kesehatan yang berkomitmen untuk bekerja kearah pemecahan masalah global dengan meningkatkan identifikasi produk secara otomatis yang berguna untuk keselamatan pasien diseluruh dunia. Ruang lingkup utama adalah sebagai berikut:
  • Pencegahan kesalahan pemberian obat
  • Asli tidaknya sebuah produk obat/otentikasi produk
  • Tracking dan tracing
  • Peningkatan efisensi supply chain secara keseluruhan

    Standar Global untuk Peralatan Medis

GS1 HUG bekerja secara terus menerus untuk meningkatkan performance supply chain healthcare di bidang farmasi dan peralatan medis. Mereka secara bersama-sama membangun dan mengesahkan standar GS1 dan best practices yang diusulkan oleh group tersebut termasuk didalamnya perwakilan dari pelaku bisnis yang bergerak dibidang supply chain kesehatan. Partisipasi dari pihak rumah sakit sangat diharapkan dalam user group tersebut. User working group bertugas membuat petunjuk global untuk meng-identifikasi-kan peralatan medis dan farmasi. Tim khusus juga bekerja untuk memberi kode pada produk vaksin dan implant biologi. GS1 HUG berkonsentrasi secara khusus untuk memastikan bahwa struktur data yang tepat yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan bisnis secara umum dan juga memberikan standardisasi data dibidang kesehatan. Jika standardisasi dipakai secara global, maka sistem untuk meningkatkan keselamatan pasien akan berkembang dan digunakan lebih cepat daripada jika masing-masing negara mencari dan memakai solusi yang berbeda.

Traceability and Counterfeiting

Aspek lain yang harus dipertimbangkan adalah efek barcode didalam supply chain dan inventory control. Pengawasan supply chain dan traceability produk jika dikombinasikan dengan pesan elektronik akan sangat efektif bekerjanya. Hal ini dapat mencegah praktek pemalsuan obat-obatan dimana saat ini menjadi topik pembicaraan yang sangat mengkhawatirkan di industri kesehatan. Pemalsuan atau counterfeiting merupakan issue yang besar di negara berkembang . Semua ini timbul karena semakin banyaknya open market dan munculnya perdagangan obat melalui internet yang dapat memicu masuknya produk palsu ke jalur supply chain. Bagaimanapun, traceability dan integritas supply chain dapat dijamin dengan adanya data tambahan untuk identifikasi produk seperti misalnya tanggal kadaluarsa, nomor batch, nomor seri dll. Perang melawan kasus pemalsuan obat hanya dapat dilakukan secara efektif apabila data-data yang dibutuhkan tersebut tersedia diseluruh proses produksi , distribusi dan partner di jalur supply chain. Dengan simbologi barcode Data Matrix hal itu memungkinkan untuk memuat seluruh informasi yang diperlukan bahkan untuk item dan kemasan yang sangat kecil.
Langkah utama yang paling penting untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah dengan penggunaan barcode pada obat-obatan dan peralatan medis . Lebih lanjut, barcode memungkinkan kita untuk melakukan tracking produk obat-obatan sebelum, selama dan sesudah proses pengobatan. Data dapat juga diambil didalam catatan pasien secara elektronik dengan sedikit input secara manual. Hal itu memungkinkan untuk menelusuri obat-obatan yang akan ditarik kembali dari peredaran dan juga untuk penghitungan biaya perawatan pasien menjadi lebih mudah.

Informasi lebih lanjut hubungi GS1 Indonesia di info@gs1id.orgatauhartati@gs1id.org

Ditulis kembali oleh Ir. Sri Suhartati Sumber : GS1